Tuesday, September 9, 2008

Adakah ada yang Akan Mendoakan Kita?

Seorang pengarah yang berjaya jatuh di kamar mandi dan akhirnya
stroke.
Sudah 7 malam dirawat di RS di ruang ICU. Di saat orang-orang
terlelap
dalam mimpi malam, dalam dunia roh seorang malaikat menghampiri si
pengarah
yang terbaring tak berdaya.

Malaikat memulakan pembicaraan, Kalau dalam waktu 24 jam ada 50
orang
berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup. Dan sebaliknya jika dalam
24
jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu berertinya kau
akan
meninggal dunia!

Kalau hanya mencari 50 orang, itu sangat mudah.'kata si pengarah ini
dengan
yakinnya.
Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum
batas
waktu yang sudah disepakati.

Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya; dengan bangganya
si
pengarah bertanya, Apakah esok pagi aku sudah pulih? Pastilah banyak
yang
berdoa buat aku, jumlah pekerja aku punya lebih dari 1000 orang, jadi
kalau
hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan perkara susah.


Dengan lembut si Malaikat berkata, Anakku, aku sudah berkeliling
mencari
suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang
berdoa
buatmu, sementara waktumu tinggal 60 minit lagi. Rasanya mustahil
kalau
dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu.


Tanpa menunggu reaksi dari si pengarah, si malaikat menunjukkan
layar
besarberupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar
itu
terlihat wajah duka dari sang isteri, di sebelahnya ada 2 orang anak
kecil,
putera puterinya yang berdoa dengan khusuk dan nampak ada titisan air
mata
di pipi mereka.


Kata Malaikat, Aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu
memberikanmu
kesempatan kedua? Itu kerana doa isterimu yang tidak putus-putus
berharap
akan kesembuhanmu.


Kembali terlihat dimana si isteri sedang berdoa jam 2:00 subuh, Tuhan,
aku
tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik!
Aku
tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur
dalam
kerjanya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk
popularity
dan menaikkan namanya saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak
benar
dihadapanMu. Tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau
berikan
pada kami, mereka masih memerlukan seorang ayah. Hambamu ini tidak
mampu
membesarkan mereka seorang diri.


Dan setelah itu isterinya berhenti berkata-kata tapi air matanya
semakin
deras mengalir di pipinya yang kelihatan cengkung karena kurang rehat.


Melihat peristiwa itu, tampa terasa, air mata mengalir di pipi
pengarah
ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini bahawa dia bukanlah suami
yang
baik. Dan bukan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya. Malam ini
dia
baru menyadari betapa besar cinta isteri dan anak-anak padanya.


Waktu terus berlalu, waktu yang dia miliki hanya 10 minit lagi,
melihat
waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengarah ini,penyesalan
yang
luar biasa. Tapi waktunya sudah terlambat ! Tidak mungkin dalam waktu
10
minit ada yang berdoa 47 orang!


Dengan sedihnya dia bertanya, Apakah diantara pekerjaku, kaum
kerabatku,
teman kerja ku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?
Jawab si Malaikat, Ada beberapa yang berdoa buatmu.Tapi mereka
tidak
ikhlas. Bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini.
Itu
semua karena selama ini kamu mementingkan diri, sombong,
mengainaya
pekerja, kejam, ego dan bukanlah pihak atasan yang baik. Bahkan kau
sanggup
memecat pekerja yang tidak bersalah dan yang tidak setimpal
dengan
kesalahannya. Si pengarah tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam
ini
adalah malam yang terakhir buat dia. Tapi dia minta waktu sesaat
untuk
melihat anak dan si isteri yang setia menjaganya sepanjang malam.


Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur
di
kerusi hospital dan si isteri yang kelihatan lelah juga tertidur di
kerusi
sambil memangku si bongsu.


Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat
berkata,
Anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu!! Kau tidak
jadi
meninggal,karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00.


Dengan hairan dan tidak percaya, si pengarah bertanya siapakah yang
47
orang itu.. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat
yang
pernah dia kunjungi bulan lalu.


Bukankah itu Pusat Asuhan Anak Yatim? kata si pengarah perlahan.
Benar
anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang
lalu,
walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari populariti saja
dan
untuk menarik perhatian kerajaan dan pelawat luar negeri.


Pagi tadi , salah seorang anak pusat asuhan tersebut membaca di
surat
khabar bahawa seorang pengarah terkena stroke dan sudah 7 hari di
ICU.
Setelah melihat gambar di surat khabar dan yakin kalau orang yang
sedang
koma adalah kamu, orang yang pernah menolong mereka dan akhirnya
anak-anak
yatim pusat asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu.


Doa sangat besar kuasanya. Kita malas. Tidak ada waktu. Beban untuk
berdoa
bagi orang lain. Ketika kita mengingat seorang sahabat lama/keluarga,
kita
fikir itu hanya kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa bagi
dia.
Mungkin saja pada saat kita mengingatnya dia dalam keadaan memerlukan
doa
dari orang-orang yang mengasihi dia.


Disaat kita berdoa bagi orang lain, kita akan mendapatkan kekuatan baru
dan
kita boleh melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi.
Hindarilah
perbuatan menyakiti orang lain... Sebaliknya perbanyaklah berdoa buat
orang
lain.


Kerana pahlawan sejati, bukan dilihat dari kekuatan fizikal
dan
hartanya,tapi dari kekuatan hatinya. Katakan ini dengan perlahan, 'Ya
TUHAN
saya mencintai-MU dan memerlukan- MU, datang dan terangilah hati
kami
sekarang...!!!'

No comments: